Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Buah Tin dan Zaitun


Pada suatu kajian Qur'an malam senin, sebagaimana biasa setelah selesai tilawah satu persatu sang pembimbing tahsin qur'an membahas mengenai surat/ayat yang baru saja dibaca, baik dari segi tajwid maupun terjemahnya.
Waktu itu yang dibahas adalah surat at-tiin. Pada ayat pertama Allah ta'ala bersumpah dengan nama makhluk-Nya yaitu buah tiin dan Zaitun menggunakan huruf wawu (و) sebagaimana surat-surat lainnya: wal-'ashr, wad-dhuha, wal-laili, wasy-syamsi dll. Allah ta'ala bersumpah dengan nama makhluknya hal ini merupakan hak Allah sebagai kholiq. Sumpah dengan nama selain Allah apabila dilakukan oleh manusia bisa mengakibatkan kemusyrikan.
Allah bersumpah dengan nama makhluk-Nya pasti bukanlah sesuatu yang tanpa makna dan maksud. Ada seorang jama'ah bertanya mengenai seperti apa buah tiin, dan apa manfaatnya. untuk menjawab pertanyaan itu berikut kami posting-kan artikel sekilas mengenai buah tiin dan zaitun, wallahu a'lamu bish-showaab.

Buah Zaitun



Ilmu Pengetahuan menyatakan bahwa pohon zaitun merupakan pohon sebangsa kaya yang berumur panjang untuk masa yang lebih dari seratus tahun. Ia menghasilkan buah secara terus-menerus tanpa harus menguras tenaga manusia, sebagaimana ia akan selalu nampak hijau dan indah bila dipandang.

Berbagai penelitian ilmiah menyatakan bahwa buah zaitu tergolong zat makanan yang bagus. Di dalamnya terdapat kadar protein yang besar, sebagaimana ia memiliki kadar garam yang mengandung kalsium, zat besi, dan fosfat. Ini merupakan zat-zat penting dan vital yanh dibutuhkan oleh tubuh manusia., apalagi zaitun juga mengandung vitamin A dan B.

Dari buahnya dapat dikeluarkan minyak zaitun yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan dan sistem peredaran darah (jantung).

Minyak zaitun secara keseluruhan mampu mengungguli segala jenis minyak nabati maupun hewani. Karena ia tidak akan mengakibatkan penyakit pada saluran darah atau urat nadi, seperti yang diakibatkan oleh jenis minyak lain.

Disamping itu, minyak zaitun juga dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik dan sabun dengan kualitas tinggi, karena sifatnya yang mampu menghaluskan kulit.


Buah Tin



Tin adalah buah-buahan yang mengandung zat sejenis alkalin yang mampu menghilangkan keasaman pada tubuh. Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.

Unsur yang terkandung dalam buah Tin adalah karbohidrat, protein, dan minyak. Buah Tin juga mengandung yodium, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, belerang (fosfat), chlorin, serta asam malic dan nicotinic.

Hasil penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa buah Tin termasuk buah yang dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, cocok sebagai obat penyakit anemia. Disamping itu buah Tin juga mengandung kadar glukosa yang cukuptinggi.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan buah Zaitun dan buah Tin yang terbukti secara ilmiah mengandung manfaat yang sangat luar biasa.

Akhirulkalam saya cuplikkan QS 3:191 sebagai bahan renungan bahwa Allah tidak akan menciptakan sesuatu di alam semesta ini dengan sia-sia.

ORANG - ORANG YANG MENGINGAT ALLAH SAMBIL BERDIRI ATAU DUDUK ATAU DALAM KEADAAN BERBARING DAN MEREKA MEMIKIRKAN TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI ( SERAYA BERKATA ) : " YA TUHAN KAMI , TIADALAH ENGKAU MENCIPTAKAN INI DENGAN SIA – SIA , MAHA SUCI ENGKAU , MAKA PELIHARALAH KAMI DARI SIKSA NERAKA . "

Apa itu Hermeneutika?

Oleh Adian Husaini MA

Istilah hermeneutika agaknya masih sangat asing di telinga sebagian besar umat Islam di tanah air. Tidak demikian halnya apabila melihat historis hermeneutika itu yang ternyata sudah ada selama berabad-abad lampau serta berkembang pesat di Eropa Barat. Sebagai sebuah metode interpretasi teks Bibel, hermeneutika terutama digunakan untuk mengakomodasi dinamika perkembangan zaman. Dan inilah yang lantas melahirkan tradisi sekular-liberalisme di Barat pada abad pertengahan. Kini, hermeneutika yang berasal dari tradisi Barat-Nasrani tersebut coba diterapkan pada Alquran.

Mengutip majalah Islamia edisi Maret 2004, saat ini ada kecenderungan di kalangan Muslim modernis untuk menjadikan hermeneutika sebagai pengganti ilmu tafsir Alquran. Di sejumlah perguruan tinggi Islam di Indonesia, bahkan hermeneutika diajarkan sebagai mata kuliah khusus. Akan tetapi, seperti dikemukakan Adian Husaini MA, kandidat PhD di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Kuala Lumpur, tradisi keagamaan dalam memahami Alquran dan Bibel tentu berbeda dan realitasnya menghasilkan peradaban yang berbeda pula. Terkait persoalan itu, berikut petikan wawancara wartawan Republika Yusuf Assidiq dengan Adian seputar perkembangan hermeneutika di sela workshop Pemikiran dan Peradaban Islam di Jakarta, akhir pekan lalu:

Bisa dijelaskan apa hermeneutika itu ?

Kajian hermeneutika ini menarik. Bagi sebagian besar umat Muslim di Indonesia, termasuk kalangan cendekiawannya, mungkin suatu istilah yang baru dikenal. Harmeneutika adalah metode tafsir yang berasal dari Yunani dan berkembang pesat sebagai metode intepretasi Bibel. Jadi ini adalah sebuah metode interpretasi yang hidup dalam tradisi Nasrani yang kemudian menumbuhkan tradisi Barat sekuler-liberal setelah abad 16 dan 17. Itulah pertama perlu dicermati secara objektif sebelum bersikap menerima atau menolak harmeneutika.

Mengapa harmeneutika muncul sebagai metode interpretasi dalam tradisi Nasrani ?

Ada beberapa alasan. Pertama, mereka menggunakan harmeneutika sebagai satu metode interpretasi modern yang sudah dilepaskan dari aspek sakralisasi teks Bibel. Nah, problemnya ada pada teks Bibel itu sendiri. Karena metode interpretasi teks, maka yang pertama disimpulkan dan disimak adalah teksnya. Sampai zamannya Martin Luther di abad pertengahan, orang-orang Nasrani Barat masih menggunakan interpretasi literal yang memandang Bibel adalah kata-kata Tuhan. Terbukti kemudian begitu banyak problem dalam sejarah Nasrani ketika gereja mendominasi kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial dan politik.

Sampai pada zaman Renaissance, mereka merasa bahwa selama ratusan tahun, mereka telah mati, hidup di bawah cengkeraman kekuasaan gereja. Karena itulah, pada zaman pencerahan, mereka melakukan revolusi besar-besaran terhadap berbagai pemikiran tentang kehidupan, termasuk pula konsep keagamaan. Inti dari zaman pencerahan adalah merebaknya paham sekularisme, humanisme dan liberalisme. Penafsiran tentang keagamaan pun disubordinasikan ke dalam paham-paham ini. Termasuk pemahaman terhadap bibel tadi. Berkembanglah hermeneutika modern sebagai perangkat tafsir teks, termasuk teks kitab suci. Metode ini sangat berbeda dengan metode interpretasi sebelum-sebelumnya dan langsung berkembang pesat. Hingga liberalisasi tidak bisa dibendung lagi dan membongkar sendi-sendi agama Nasrani.

Bagaimana kemudian hermeneutika digunakan juga untuk menginterpretasikan teks Alquran ?

Di kalangan Barat muncul pertanyaan, 'Kan sekarang agama kita sudah begini, mengapa Islam tidak kita beginikan juga? Nah untuk meliberalkan Islam hingga mengikuti jejak Barat, mau tidak mau harus memasukkan harmeneutika yang merupakan alat penting bagi liberalisasi. Hal tersebut jelas akan demikian kompleks selama Alquran dipahami sebagai kalamullah. Orang Islam akan yakin kalau kalamullah yang paling paham adalah Allah. Dan tentu manusia yang paham adalah Rasul-Nya, sahabat dan mereka yang dekat dengan Rasul.

Jadi kalau mau menafsirkan Alquran, maka harus ditafsirkan sebagaimana ditafsirkan Rasulullah, generasi sahabat atau orang-orang terdekat. Itu logikanya 'kan. Dan itu tidak terjadi pada Bibel. Pada dasarnya, teks harus bisa dianalisis secara histori dan manusiawi. Makanya nanti, orang-orang Islam yang memakai harmeneutika akan membawa istilah-istilah yang sama dengan bibel. Misalnya, Alquran jangan ditafsirkan secara literal sesuai otoritas nabi, jamannya sudah berbeda dan sebagainya.

Tapi nyatanya tidak sedikit kalangan umat Muslim menggunakan hermeneutika ini ?

Problem yang dihadapi umat Islam secara umum bisa dilihat pada sekitar tahun 1683, setelah dinasti Usmani mengepung kota Wina untuk kali kedua dan gagal. Maka banyak yang menulis bahwa inilah mulainya kecenderungan penurunan Islam dan awal kebangkitan Barat--walau kebangkitan Barat sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Renaissance. Akhirnya banyak kaum muslim yang melihat kemajuan berbagai bidang di Barat, terjadilah fenomena westernisasi serta sekularisasi di sebagian wilayah Muslim.

Harmeunetika juga begitu. Sejatinya, harmeneutika yang kini dikembangkan sudah dilepaskan dari teks bibel. Harmeunetika modern justru menjadi alat liberalisasi nasrani. Ini juga yang sekarang dipakai untuk meliberalkan Islam. Bila kita baca buku pemikir Islam yang memakai harmeuneik, Nazir Hamid Abu Zair, kita akan tahu bagaimana konsep dia tentang wahyu. Dia katakan bahwa Alquran adalah produk budaya. Alquran memang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Dan sebagai manusia biasa, Nabi Muhammad menerima itu untuk kemudian merumuskannya. Nah ini yang menurut Nazir Hamid, menempatkan Nabi Muhammad seperti pengarang Alquran.

Kalau orang Islam sekarang mulai menggunakan hermeneutika, apa yang salah dengan tafsir ?

Itulah yang coba ditanyakan ke mereka. Sekarang tunjukkan bahwa tafsir sudah tidak bisa dipakai lagi. Sebab bila kita merujuk pada pendapat para ahli sunnah, selalu dinyatakan Alquran mesti ditafsirkan melalui sunnah Nabi atau pendapat sahabat dan tabi'i. Generasi pertama ini dianggap paling otoritatis dan memahami tafsir.

Apa sebenarnya dampak hermeneutika bagi umat Muslim ?

Kalau hermeunetika ini dikaji dengan tidak kritis dan diadopsi begitu saja untuk menggantikan tafsir Alquran maka akan terjadi dekonstruksi besar-besaran terhadap kesucian Alquran dan tafsir-tafsirnya. Orang-orang ini memang belum menghasilkan tafsir baru sebab mereka tidak mengembangkan keilmuan sistematis namun hanya melakukan dekonstruksi. Orang dibuat tidak percaya Alquran lantaran ada campur tangan manusia. Dari sini selanjutnya juga bakal lahir tafsir-tafsir yang 'tak terkendali'. Ketika mulai keluar dari teks--orang-orang tersebut sebenarnya tidak lagi percaya pada teks Alquran--maka yang terjadi siapa pun bisa menafsiran Alquran sesuai cara pandangnya. Misalnya saja orang-orang feminis dan pluralis tentu akan mencari ayat-ayat yang dapat mendukung sikap feminisnya atau pluralisnya.

Bisakah metode ini diaplikasikan untuk menafsirkan Alquran ?

Diperlukan dua kajian penting. Pertama, perbandingan antara konsep teks Alquran dan konsep teks Bibel. Kedua, perbandingan antara sejarah peradaban Islam dan Barat. Namun untuk sementara, dapat dipahami bahwa konsep teks Alquran dan bibel serta posisi masing-masing di mata penganutnya jelas berbeda. Tradisi keagamaan dalam memahami Alquran serta bibel sudah jelas berbeda dan realitasnya menghasilkan peradaban yang berbeda pula. Seharusnya ini dipahami agar tidak bersikap latah.

Sikap kita sebagai umat Muslim ?

Saya kira yang terbaik bagi umat, forum ini bisa dijadikan peluang terbaik untuk kembali mempelajari tafsir dengan sebenar-benarnya dan hermeneutika. Susahnya pendidikan di perguruan Islam jarang yang memberikan wacana kedua-duanya. Ada yang paham tafsir tidak paham hermeneutika atau sebaliknya. Perlu dilakukan kajian secara serius. Dan bagaimana pun juga umat perlu merespon secara ilmiah dan akademis. Juga sebagai umat Muslim, sikap kita terhadap apapun, tidak hanya pada harmeunetika, sesuatu yang asing perlu ditelaah dulu. Apa manfaatnya bagi umat, sesuai atau tidak dengan nilai-nilai Islam dll. Itu perlu dilihat. Harmeunetika juga sama.

Membangun tradisi keilmuan apakah sulit saat ini ?

Tidak sulit tapi memang berat. Karena kita sekarang hidup dalam kultur yang tidak menghargai ilmu. Orang lebih menghargai ratu kecantikan daripada pelajar yang menang olimpiade fisika. Dengan kondisi seperti itu, membangun tradisi ilmiah sangat tidak mudah. Sebab tradisi ilmiah adalah satu-satunya jalan untuk menuju kebangkitan.

sumber: indrayogi.multiply.com

Kaligrafi Nasrani

“Kok kaligrafi nasrani?”

Mungkin Anda termasuk orang yang kaget membaca judul posting kali ini. Beberapa waktu lalu, ketika mencari contoh-contoh kaligrafi Arab, tidak sengaja saya menemukan sebuah contoh kaligrafi yang sangat bagus. Ada basmalah, lafazul jalalah, dlsb. Bahkan diperkenalkan gaya-gaya jenis huruf arab, mulai naskhi sampai kufi. [Sayangnya saya lupa dari mana sumber mengunduhnya.]

Dari sana saya menjumpai sebuah kaligrafi seperti di bawah ini.











Kaligrafi Nasrani

Tentu saja saya sedikit kaget, “Kok ada kaligrafi nasrani di sini? Bercampur dengan huruf-huruf basmalah.”

Asal pembaca tahu, bahwa isi kaligrafi di atas bukanlah diambil dari Alquran, maupun hadist. Menurut lembaran berita terbitan Lemka, Jakarta, kaligrafi di atas ternyata memuat kalimat dari Injil.

Yang saya sesalkan: kenapa harus bercampur dengan kaligrafi islami? Bagi yang sudah mengerti, mungkin tidak apa-apa. Namun bagi yang belum mengerti, kemudian dijadikan contoh karya, bagaimana jadinya jika dipajang di rumahnya tanpa mengerti tulisan yang dibuatnya?

Inilah kaligrafi. Saya ingin menekankan kepada para pelajar bahwa huruf arab merupakan huruf yang bebas. Jika ingin membuat karya, hendaklah cermat dengan mengerti makna yang terkandung di dalamnya.

  • NB: Penulis membuat posting kali ini tidak didasari benci terhadap agama nasrani, melainkan ingin menjelaskan tentang pentingnya mengetahui makna. Mengetengahkan artikel kaligrafi dengan memberi contoh di atas bercampur dengan kaligrafi islami merupakan sebuah kecerobohan.
  • Banyak juga kaligrafi digunakan untuk hal-hal yang berbau syirik, meskipun tulisannya indah, namun hal ini hanya akan mendatangkan murka dan azab Allah SWT.
(sumber: panduankaligrafi.com) dengan sedikit tambahan

Hati-Hati Menempatkan Kaligrafi


Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kotak makanan aqiqah (atau ditulis juga dengan akikah untuk meng-Indonesia-kan) dari kerabat kantor. Seperti bancakan syukuran pada umumnya, pada kotak tersebut ada nama si bayi yang diakikahi. Tertulis juga basmalah yang indah jenis tsuluts.

Malam hari ketika pulang kantor, saya terkejut dengan kotak-kotak yang bertumpuk di kotak sampah. Tentu saja dengan masih ada “pengumuman” di sana. “Kasihan nasib kaligrafi itu. Dengan penempatan yang tidak sesuai, akhirnya hanya menjadi pengisi keranjang sampah,” hati saya berkata. Padahal, seandainya para pemakan itu tahu, basmalah merupakan kalimat istimewa yang terukir pertama di dalam Alquran yang harusnya dimuliakan.

Saya sering menjumpai kasus semacam ini. Di kartu undangan pernikahan, di kartu ucapan hari raya, atau dibrosur-brosur keagamaan. Kadang, lembar jumat yang penuh dengan ayat-ayat Alquran juga mengalami nasib yang sama. Meski sudah dibubuhi dengan kalimat peringatan “jagalah lembar jumat ini dengan baik karena memuat banyak ayat Alquran” rupanya perlakuan orang satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Masih saja ada yang luput, sehingga lembar jumat ini berserakan begitu saja.

Lantas siapa yang salah?

Hal yang semestinya baik –kartu undangan terlihat “islami”– ternyata berakhir tidak baik. Bagaimana kalau diberi peringatan untuk menyimpan setelah dibaca atau memusnahkan dengan dibakar? Ini mungkin lebih baik. Namun rata-rata peringatan semacam ini jarang dihiraukan.

Agaknya, memang perlu kehati-hatian dalam membubuhkan kalimah tayyibah semacam basmalah, terlebih ayat-ayat Alquran secara sempurna. Penggunaan bahasa Indonesia (arab yang dilafalkan dengan huruf Indonesia) lebih dianjurkan. Selain tidak mengurangi “keislamiannya”, media ini juga “aman” andai berakhir di keranjang sampah.

___

Catatan: Gambar pada posting ini jangan ditafsirkan sebagai penghinaan terhadap ayat Alquran melainkan hanya sekadar ilustrasi.


(Sumber: PanduanKaligrafi.com)

JARINGAN GELAP FREEMASONRY


A.D. El Marzdedeq dalam bukunya JARINGAN GELAP FREEMASONRY: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA HINGGA KE INDONESIA halaman 77-91, dan Abdullah Pattani dalam bukunya FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA halaman 17-19 yang dikutip oleh Ustadz Irfan S. Awwas dan Muhammad Thalib dalam buku DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI PANCASILA: MENGUAK TABIR PEMIKIRAN POLITIK FOUNDING FATHER RI halaman 142-144, Freemasonry mempunyai 10 Program Internasional. Berikut ini saya cantumkan kedua versi Sepuluh program dari Freemasonry tersebut. Komentar dalam tanda [ ] merupakan komentar dari saya (Agung).

Versi buku JARINGAN GELAP FREEMASONRY: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA HINGGA KE INDONESIA:

Program ini dalam istilah Freemasonry dinamakan Harar atau Satanim, berlambangkan gurita berkaki sepuluh ular berbisa berkepala sepuluh, dan hantu penerkam berkuku baja. Kesepuluh program tersebut yaitu:

Program Pertama

Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim, yaitu:

1. Pada masa Isa a.s.

Orang-orang Yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji “ingin menjadi Raja Yahudi”yang disampaikan pada penguasa Romawi. Tetapi Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan gantinya Yudas tersalib di Golgota. Maka setelah tiadanya nabi Isa a.s., Yahudi berusaha menghancurkan ajaran [melalui Paulus dari Tarsus yang berebut pengaruh dengan Yesus dalam buku THE 100 karya Michael H. Hart yang tentu saja bukan orang Islam.] yang sudah disebarkan dengan “Takkim” yaitu:

a. Merusak ajarannya yang ada seperti menghalalkan yang halal dan sebaliknya.
b. Merusak akidah dengan doktrin Trinitas
c. Merusak Injil yang ada dengan Injil palsu
d. Saul (Paulus) dijadikan tandingan Nabi Isa a.s. [cek komentar saya sebelumnya]

2. Pada Masa Islam

a. Pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Muhadin. Mereka diantaranya berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah kaum Anshor dan Muhajirin.
b. Memecah belah Ali r.a dan Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan.
c. Membuat ratusan hadist-hadist palsu, memasukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan sebagainya
d. Mendangkalkan aqidah umat dengan filsafat Yunani sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat sufi, mu’tazilah dan sebagainya. Maka datanglah filsuf-filsuf Islam yang menguraikan akidah Islam dengan jalan filsafat Yunani, menuruti pikiran Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan lainnya. [tak perlu dibahas lebih jauh, filsafat takkan ada habisnya selama orang masih punya otak. Silakan gunakan otak filsafat itu untuk berdebat di pengadilan Yaumil Hisab nanti kalau berani.]
e. Membuat lembaga pendidikan Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry yang menafsirkan Al-Quran dan Al-Hadist dengan alam pikiran Freemasonry. [cek buku ADA PEMURTADAN DI IAIN karya Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, pertimbangkan pengiriman dosen-dosen perguruan tinggi “Islam” ke misalnya, Universitas Leiden, McGill, Harvard, Sorbonne, dll di negeri barat lainnya untuk memperdalam ilmu “Islam” nya.]
f. Menghidupkan sunnah-sunnah jahiliah dengan alasan melestarikan adat istiadat nenek moyang. [pertimbangkan tahlilan, kenduri memperingati 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 1000 hari, dst.]
g. Menjadikan Islam supaya tasyabbuh dengan Nasrani dan agama lain, diantaranya dengan memasukkan bentuk nyanyian Gereja ke Masjid, ulang tahun dan sebagainya [apakah memperdengarkan nasyid dalam acara-acara keagamaan di Masjid bisa dimasukkan kategori ini?]

Program Kedua

Program kedua dinamakan “Shada” dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.

Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk kembali ke Al-Quran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak penjajah Inggris bekerja sama dengan Freemasonry mendirikan gerakan anti Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama bayaran anggota Freemasonry. Ditunjuknya seorang Freemason “Mirza Ghulam Ahmad”, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman, Budha Awatara, Krisna, dan semacamnya.

Rabithah Alam Islami yang bersidang di Makkah 14-18 Rabi’ul Awwal 1394 memutuskan bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam dan berkaitan dengan Zionisme.

Dan kasus-kasus “aliran sesat Islam” yang beredar di Indonesia seperti sholat dua bahasa [Gimana Gus?] dan lainnya, kemungkinan besar berkaitan dengan program Freemasonry.

Program Ketiga

Program ketiga dinamakan Parokim, dalam istilah Freemasonry:

a. Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan [cermati LSM-LSM beraliran “kiri” yang bertentangan secara ideologis dengan LSM-LSM “kanan”, mereka dapat dana gerakan dari mana]. Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal, tetapi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry. [Pertimbangkan Opus Supremus, Rotary Club, Lions Club, JIL, dan sebagainya.]
b. Mendukung teori-teori bertentangan. [Cek kelahiran Komunisme dan Fascisme, teori linguistik Behaviourisme dan Transformative-Generative, dll]
c. Membangkitkan khurafat dan menyiarkan teori Sigmund Freud [psikologi yang dikembangkan dari naluri sex] dan Charles Darwin [evolusionisme yang banyak dibantah oleh kalangan beragama, dari Islam misalnya Harun Yahya dengan berbagai bukunya, dari Kristen misalnya Caryl Matrisciana dan Roger Oakland dengan bukunya THE EVOLUTION CONSPIRACY: REVEALING THE HIDDEN AGENDA TO DECEIVE MANKIND] sehingga antara antara Ilmu pengetahuan dan agama bersaing, kalah mengalahkan. [cek misalnya dalam novel Dan Brown, ANGELS AND DEMONS]

Program Keempat

Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry :

a. Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual [See? Apakah pergaulan bebas terjadi begitu saja secara KEBETULAN, bukannya tanpa scenario?]
b. Menghapus hukum yang melarang kawin antar-agama untuk menurunkan generasi bebas agama [salah satu program JIL]
c. Pengambangan pendidikan seks di sekolah-sekolah
d. Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal “kedudukan waris” dan “pakaian” [salah satu program JIL]
e. Menggembalakan pemuda-pemudi ke dunia khayali, dunia musik, dan narkoba. [see? Pertimbangkan dunia keartisan.] Serta membuat bet satan (rumah setan) untuk menampung pemuda-pemudi kedalamnya. [cermati beberapa diskotik peredaran narkoba dan miras, diskotik tempat mencari mangsa untuk anggota Gereja Setan yang pernah menggegerkan Jakarta dan Manado.]
e. Mengorganisir kaum lesbian, gay, [ingat lagi insiden yang dilakukan oleh unsur mahasiswa IAIN Semarang] Lutherian serta pengakuan hak mereka dalam hukum. [cermati komentar-komentar oleh aktivis HAM yang membela mati-matian kepentingan mereka, apakah karena mereka memang ingin memanusiakan “manusia” ataukah kerena berada dalam satu team dengan kepentingan yang sejalan, atau yang lebih parah, apa karena dibayar?]

Program Kelima

Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi. [Apakah ini sebuah peringatan atau ancaman terhadap anda yang berjiwa “nasionalis”? Apa-apa demi Negara, kapan demi Alloh atau demi Agama Islam nya? Apakah anda yang Nasionalis memahami bahwa kalian itu sedang dipecah belah? Buka mata anda, saudara-saudaraku sesama manusia…]

Program Keenam

Program Keenam ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry:

a. Mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (orang selain Yahudi) [pertimbangkan kembali program KB bagi anda umat Islam, dan ingatlah sebuah hadits yang menyuruh muslimin-muslimat untuk mempunyai keturunan yang banyak agar kelak bisa dibanggakan Nabi Muhammad diantara umat nabi-nabi yang lain. Baca sebuah buku kecil berjudul UPAYA MUSUH MENGHANCURKAN ISLAM MELALUI KELUARGA karya Sa’duddin as Sayyid Shalih untuk mengetahui busuknya program KB, termasuk hasil riset di Negara-negara barat.]
b. Menyuburkan perempuan-perempuan Yahudi menjadi peridi. [sungguh terbalik dengan Negara kita misalnya, yang begitu giat mendukung program KB.]

Program Ketujuh

Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yahudi dalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.

Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya peghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politik dan penerangan dunia.

[Membahas The Protocols sangat kompleks dan tidak bisa saya berikan dalam kesempatan ini. InsyaAlloh pada lain kesempatan akan saya bahas semampu saya, amin.]

Program Kedelapan

Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry :

a. Untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan”jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.” [cek kembali skandal Presiden Bill Clinton dengan Monica Lewinsky. Bagaimana dengan Gus Dur dan Ariyanti? Yahya Zaini dan Maria Eva?]
b. Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatannya jatuh.
c. Menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan di tempat-tempat maksiat.
d. Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern. [Las Vegas?]
e. Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus. [Cek masalah vaksinasi yang tidak menyelesaikan masalah tapi justru mengakibatkan masalah kesehatan, atau fluoride yang tidak hanya membuat gigi kuat tapi juga membuat bodoh, menurut pakar-pakar kesehatan barat. Baca dalam misalnya, buku karya Jerry D. Gray BAYANG-BAYANG GURITA: MENGUNGKAP PERGERAKAN FREEMASON DAN ORGANISASI ANTI ISLAM DUNIA]

Program Kesembilan

Program kesembilan dinamakan Plotisme [saya lihat lebih tepat disebut floatisme, bukan plotisme.] yaitu:

a. Mendidik alim ulama Plotis yang pahamnya terapung ambang. [ustadz gaul yang ganteng, wangi, dan bersuara merdu, yang mengomentari secara positif tayangan khurafat bersampul “hidayah” apakah termasuk golongan ini?]
b. Alim ulama plotis itu disebarkan sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam.
c. Alim ulama Plotis harus diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasonry.

Program Kesepuluh

Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :

a. Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya diperas secara halus oleh suruhan Freemasonry
b. Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebgainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan. [cek Protocols of Zion]
c. Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freemasonry
d. Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemudian pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya. [untuk point c. dan d., silakan dikonfirmasi dalam buku SATANIC FINANCE: TRUE CONSPIRACIES karya A. Riawan Amin.]

Kemudian, untuk versi FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA dan DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI NEGARA: MENGUAK TABIR PEMIKIRAN POLITIK FOUNDING FATHER, sepuluh program tersebut adalah sebagai berikut:

Freemasonry Internasional mempunyai sepuluh gagasan yang tercantum dalam buku “Siasah Freemasonry” yang diarahkan oleh Khalel ibn. Khaled pada muka 123:

1. Menghancurkan semua partai, massa yang dianggap lawan Freemasonry itu dengan: kekuasaan, pecah belah atau perebutan kursi lalu membentuk organisasi atau partai tempat berteduh Freemasonry itu atau membuatnya sebagai pelaksana ide-ide Freemasonry. [inikah demokrasi yang dibanggakan sebagian kalangan Islam sebagai jalan tengah antara sosialisme dan fascisme?]

2. Mensekulerkan pemuda-pemuda Islam sehingga pemuda-pemuda itu walaupun mengaku beragama Islam tetapi antipati terhadap Islam dan mereka menentang Islam sebagai asas dan idiologi. [simak contoh kasus penolakan RUU APP oleh sebagian umat Islam sendiri atau statement Gus Dur dalam buku GUS DUR MENGHINA AL QUR’AN karya Ustadz Hartono Ahmad Jaiz tentang pemberlakuan syari’at Islam.]

3. Dalam keagamaan Freemasonry bergerak membuat agama bauran, memplotiskan ulama-ulama, sesungguhnya Freemasonry telah berhasil membuat agama baru Bahaiyah yang didirikan seseorang Freemason Abdulbaha dan Ahmadiyah didirikan oleh seorang Freemasonry India Mirza Ghulam Ahmad, yang radikal disebut aliran Qadyani dan yang halus disebut aliran Lahore. Biaya dakwah dan tablighnya itu dari Freemasonry International melalui penguasa Inggris. Freemasonry pun mensponsori terbentuknya tarekat-tarekat Islam yang berfatwa dan bergerak sejalan dengan ajaran Freemasonry itu, dibentuknya pada tahun 1946 gerakan Quraniyah dipimpin oleh Syekh Yakub dari Palestina, segala sesuatu harus berdasar Qur’an tanpa tafsir dan semua hadits Nabi saw ditolaknya, sehingga mereka shalat dan saum hanya berdasarkan Qur’an, tidak ada raka’at dalam shalat, tidak ada bacaan tertentu dalam shalat, tidak ada adzan, iqamat dsb. Untuk menjauhkan anak-anak muda dalam memahami Qur’an dan agar anggapan kepada Qur’an hanya sebagai kesusastraan purba, diadakanlah perlombaan baca Al-Qur’an, dan si pemuda-pemudi itu mau membaca al-Qur’an dan menghafal surat-surat tertentu sekedar hanya untuk mendapatkan piala dari panitia itu. Maka sesuailah dengan ramalan Nabi saw. bahwa: … tidak tertinggal Qur’an kecuali tulisannya.

4. Mengumpulkan dana dari umat beragama untuk menghancurkan agama itu sendiri, di Turki pun pernah dipungut zakat fitrah oleh ulama su’ yang diserahkan pada pemerintah di pergunakannya untuk menindas Islam. [Apa kasus korupsi dana ONH masuk dalam kategori ini]

5. Menghancurkan yang lama dan membuat yang baru artinya segala yang dianggap kuno dibuang dan segala yang dianggap baru dibangun. [Simak pernyataan Anand Khrisna yang mengatakan manusia sekarang diperbudak dogma-dogma yang sudah usang dalam bukunya TELAGA PENCERAHAN DI TENGAH GURUN KEHIDUPAN: APRESIASI SPIRITUAL TERHADAP TAURAT, INJIL, DAN AL-QUR’AN halaman 19 yang dikomentari oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya TASAWUF, PLURALISME, DAN PEMURTADAN halaman 136.]

6. Membuat yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga sosial, kursus-kursus bahasa, pengkajian ilmiah dsb. Diterbitkannya buku-buku baru. [cek Asia Foundation, Ford Foundation, dan sebagainya. Banyak buku di perpus kampus saya dulu yang berstempelkan “SUMBANGAN DARI ASIA FOUNDATION”.]

7. Menghancurkan moral lama dan membuat moral baru yang disebut “Etika Internasional”. Dalam Etika Internasional itu banyak bertentangan dengan Islam seperti dalam bertoleransi dengan agama lain, tidak membeda-bedakan agama dan sebagainya. [pluralisme lagi, capek lagi deeh…]

8. Upacara-upacara lama digali kembali dan ia dianggap untuk menyaingi agama, kesyirikan dalam segala perkara diperkuatnya. [Labuhan, larungan, selamatan, tahlilan, dan sebagainya… potong ayam untuk menempati rumah baru, menanam kepala kerbau sebelum membangun pondasi sebuah rumah, ternyata ada programmernya ya…]

9. Menyebarkan kepornoan (pornografi) dalam segala bentuk seperti melalui film, buku-buku, gambar-gambar dan sebagainya. [wah wah wah, silakan baca kembali artikel saya sebelumnya, PORNOGRAFI DAN DUNIA SELEB: FRONT KONSPIRASI YAHUDI-FREEMASONRY. Jika ada waktu akan saya update insyaAlloh.]

10. Untuk melumpuhkan generasi muda di luar orang-orang Yahudi disebarkannya segala minuman yang memabukkan, narkotika dalam segala bentuk. [pas banget, ngga usah saya komentari banyak-banyak, lihat aja program-program seperti BUSER, SERGAP, PATROLI, dan sebagainya.]


(Sumber: http://secretsocieties.wordpress.com)

KEBANGKITAN DUNIA PENDIDIKAN; Dengan ISLAM


Tidak bisa dipungkiri, bahwa kondisi pendidikan di negeri kita saat ini babak belur. Dari sisi SDM misalnya, yang dihasilkan oleh pendidikan kita jauh dari harapan. Saat ini, hampir di seluruh kota-kota besar; kenakalan remaja, seks bebas, narkoba, dugem, dan perilaku rusak lainnya seolah-olah menjadi ‘teman karib’ para pelajar sekarang. Kepribadian mereka kacau; tidak tersentuh sama sekali nilai-nilai Islam. Memang, ada pelajar-pelajar yang berprestasi dan berkepribadian tangguh, namun jumlah mereka tidak sebanyak pelajar yang ‘bermasalah’.

Di tingkat lulusan sarjana, saat ini jumlah penganggurannya sudah diambang angka yang mengkhawatirkan. Jika ini terjadi maka problem sosial baru akan bermunculan. Jika ditanya, apa penyebab utama dari carut-marutnya pendidikan di negeri ini, maka penyebabnya bersifat sistemik, yakni karena diterapkannya sistem pendidikan sekular, dan dicampakkannya sistem pendidikan Islam.

Problem Pendidikan

Sejatinya munculnya kenakalan remaja atau pelajar tidak selamanya dan sepenuhnya dibebankan dan menyalahkan pelajar semata. Sebab permasalahan ini sangat kompleks, sedangkan kenakalan hanya merupakan sebuah output, jadi yang seharusnya ikut dipersoalkan adalah input dan segala yang memproses input itu menjadi output.

Diakui atau tidak, di tengah kehidupan yang kapitalistik apapun serba diukur dengan materi (baca: uang), tak pelak juga dengan pendidikan, bagaimana kemudian seorang tenaga pengajar (guru atau dosen) memikirkan kesejahteraannya, karena kalau hanya mengandalkan gaji, tidak cukup untuk kebutuhan duniawi yang sudah diguyur materialisme dan serba mahal.

Materi pelajaran atau kurikulum yang merupakan software paling esensial di dunia pendidikan, menempatkan porsi ajaran agama yang begitu minim ketimbang ilmu sains, bahasa, dan ilmu terapan lainnya. Pelajaran agama sebagai nidzomul hayah (aturan hidup), hanya bersifat hafalan dan ritualitas yang terulang-ulang tapi tidak membekas. Pelajaran agama hanya mendapat jatah 2 SKS seminggu inilah akibat mengapa kenakalan semakin marak, sedangkan sopan santun dan intelektualitas yang mumpuni semakin langka.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pengajar, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kalau kita cermati para guru di sekolah mengesankan hanya bersifat trasnfer ilmu semata dan cuek terhadap perkembangan perilaku dan kepribadian pelajar yang mulai mencari identitas dan jati dirinya yang apabila tidak diarahkan secara dini akan ikut memperpanjang potret buram dunia pendidikan.

Para orang tua juga sangat berkewajiban memerankan dirinya dalam dunia pendidikan. Al-Qur’an telah memberikan teladan yang baik dari seorang figur orang tua bernama Luqmanul Hakim. Bahkan Al-Qur’an juga memperingatkan kepada para orang tua kelak akan dimintai pertanggungjawaban tentang anaknya.

Bercermin pada Pendidikan Islam

Masalah menutuntu ilmu dalam perspektif Islam termasuk masalah yang asasi dan wajib. Sebagaimana Rasulullah Saw, bersabda yang artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi dari Abbas RA, juga Attraboni dan Al Khatib dari Al Husain bin Ali/ lihat, al-Fathul Khabir, jilid II. h, 213)

Sebagai kompensasi wajibnya menuntut ilmu, maka Islam mewajibkan kemudahaan untuk mendapatkan ilmu itu. Yaitu negara harus mampu menekan seminim mungkin biaya pendidikan bagi masyarakat, bahkan kalau bisa dengan cuma-cuma. Semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan pendidikan dari negara sebaik-baiknya. Negara tidak boleh menjadikan pendidikan sebagai ladang bisnis mencari keuntungan.

Sedemikian urgentnya ilmu pengetahuan dalam Islam, maka kedudukan ilmu pengetahuan dalam Islam diantaranya, meliputi:

1. Asas Pendidikan

Dalam pandangan Islam, kurikulum pendidikan harus berdasarkan aqidah Islam. Apabila aqidah Islam sudah menjadi asas yang mendasar bagi kehidupan seorang muslim, asas bagi negaranya, asas bagi hubungan masyarakat pada umumnya, maka seluruh pengetahuan yang diterima seorang muslim harus berdasarkan aqidah Islam pula. Misalnya, ketika di masa Rasulullah Saw, terjadi gerhana matahari, bertepatan dengan wafatnya putra beliau, orang-orang kemudian berkata, gerhana matahari itu terjadi karena meninggalnya Ibrahim, maka Rasulullah segera menjelaskan kepada mereka dengan sabdanya : “Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian dan kelahiran seseorang, akan tetapi keduanya termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah” (HR Bukhari dan Nasai dari Abu Bakrah/lihat al-Fathul Khabir, jilid I hal. 154)

Dengan jelas hadits tersebut menggambarkan bahwa Rasulullah telah menjadikan aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan umum dalam menjelaskan gerhana matahari dan bulan.

Aqidah Islam sebagai dasar kurikulum bukan berarti seluruh pengetahuan harus bersumber dari aqidah Islam. Islam tidak memerintahkan demikian, lagipula itu bertentangan dengan kenyataan, karena tidak semua ilmu bersumber dari aqidah Islam. Akan tetapi setiap pengetahuan yang berkaitan dengan keimanan dan hukum harus bersumber dan bersandar kepada aqidah Islam. Oleh karena itu mempelajari segala macam ilmu pengetahuan bukan merupakan penghalang, karena dalil-dalil yang menganjurkan menuntut ilmu pengetahuan bersifat ‘aam (umum). Rasulullah bersabda : “Carilah ilmu sekalipun ke negeri Cina” (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi dari Anas RA/lihat al-Fathul Kabir, jilid I, h, 193)

Menurut Baihaqi (lihat Faidhul Qodir, jilid I, h 542) matan hadits itu masyhur, sedang sanadnya lemah. Lafadz “al-ilma” dalam hadits tersebut bersifat ‘aam, mencakup jenis ilmu pengetahuan, baik itu terkait dengan keimanan, hukum, maupun ilmu-ilmu yang berkaitan dengan teknologi, industri, dan sebagainya.

2. Tujuan Pendidikan

Tujuan kurikulum dan pendidikan Islam adalah membekali akal, dengan pemikiran dan ide-ide yang sehat, baik itu mengenai aqidah maupun hukum. Islam telah memberikan dorongan agar manusia menutut ilmu dan membekalinya dengan pengetahuan. Firma-Nya:

“Katakanlah (hai Muhammad), apakah sama orang-orang yang berpengetahuan dan orang-orang yang tidak berpengetahuan Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran ” (TQS.Az-Zumar ayat 9).

Islam yang suci memiliki tujuan untuk menghindarkan akal manusia dari jurang kesesatan dan penyelewengan yang tidak jelas. Islam menjadikan aqidah Islam sebagai dasar bagi seorang muslim untuk memastikan suatu hukum atas segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Seorang muslim harus meletakkan segala tingkah laku dan perbuatannya berdasarkan ajaran Rasulullah SAW, yakni aqidah Islam. Bukan hanya perbuatan saja, bahkan termasuk keinginan dan kecenderungan hatinya pun harus sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW, sabda beliau : “Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu, kecuali apabila aku ia lebih cintai dari pada keluarganya, hartanya dan manusia seluruhnya” (HR. Muslim/lihat Shahih Muslim, hadits no. 59)

Dalam hadits tersebut mendiskripsikan bahwa keinginan dan kencederungan apapun dari seorang muslim harus berdasarkan atas apa yang datang dari Rasulullah SAW, yaitu aqidah Islam.

Mengingat segala bentuk pengetahuan dapat membentuk pemikiran seorang muslim yang mempengaruhi terhadap pemberian keputusan mengenai segala sesuatu dan pembentukan jiwa seorang muslim yang berkehendak terhadap sesuatu tersebut, maka sudah selayaknya pengetahuan-pengetahuan harus didasarkan pada aqidah Islam. Hal tersebutlah yang menjadi dasar mengapa Islam mampu menelorkan ulama semacam Imam Syafii yang telah hafal Al-Qur’an semenjak umur 9 tahun dan menjadi Ulama ahli fiqih yang kitab-kitabnya menjadi rujukan kaum muslimin saat ini.

Dan melalui dua pandangan itulah, yang menghantarkan Islam menemui kejayaannya dan sekaligus menjadi pusat sains dan teknologi dunia saat itu. Dunia kemudian mengenal Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Al-Jabar dan lain sebagainya. Orang-orang dari berbagai penjuru negeri termasuk Barat berdatangan ke pusat-pusat studi dan kajian berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi. Di saat Barat mengalami apa yang disebut dark age, justru umat Islam maju dan berjaya.

Sistem pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang diselenggarakan pada saat Islam memiliki negara sebagaimana nash-nash syara’ dan fakta sejarah menunjukkan demikian. Bukan karena negeri tersebut dihuni mayoritas muslim, bahkan pada saat itu masyarakatnya plural dan heteregon, tapi sistem pendidikan Islam dapat diterapkan dengan baik dan mensejahterakan. Karena memang Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.


Sumber: zonapikir.wordpress.com

Kehebatan Peralatan Perang Tentara Muslim


Pasukan tentara Muslim pada era keemasan Islam dikenal sangat tangguh dan kuat. Tak heran jika kekuatan pasukan tentara Islam sangat disegani lawan dan ditakuti lawan. Risalah kemiliteran berbahasa Arab mencatat, pasukan militer Muslim sempat meraih dua kesuksesan terbesar dalam sejarah peradaban Islam.

Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History mengungkapkan, sebelum Dinasti Usmani Turki menjadi adikuasa dunia, tentara Muslim di era kejayaan Islam sempat meraih dua kemenangan terbesar dalam sejarah, yakni penaklukan Arab pada abad ke-7 M atau abad satu Hijriah serta kemenangan pasukan tentara Dinasti Ayyubiya dan Mamluk pada abad ke-12 dan ke-7 M.

Salah satu faktor penting yang membuat pasukan tentara Muslim begitu kuat dan hebat, karena ditopang dengan persenjataan yang lengkap dan canggih pada zamannya seperti pedang, tombak, panah, perisai dan tongkat kebesaran.

Pedang
Pedang merupakan senjata utama serdadu Muslim, baik infanteri maupun kavaleri. Pedang digunakan untuk pertahanan pribadi, adu pedang dan pertempuran tunggal. Pedang merupakan salah satu senjata yang paling dihormati bahkan seringkali diberi nama.


"Kami mempunyai beberapa catatan mengenai hal ini dari periode awal Islam. Tetapi masih belum bisa diidentifikasi adanya sejenis pedang khas Islam, karena panjang, bentuk dan konstruksinya berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain," tutur al-Hassan Hill.

Menurut al-Hassan, dahulu di Semenanjung Arab, panjang pedang menjadi salah satu tanda pengenal anggota suku. Salah satu jenis pedang ternama bernama Scimitar lengkung. Pedang ini kerap kali disebut sebagai senjata khas Umat Muslim. Dalam manuskrip Arab tertulis bahwa pedang ini muncul belakangan.

" Pedang itu diperkirakan pertama kali dipakai pada abad ke-8 H atau ke-14 M, waktu pastinya tidak diketahui," kata al-Hassan dan Hill. Selain itu, juga dikenal pedang lurus Abbasiyah, yang pada bilahnya tertulis tanggal pada abad ke-9 M, merupakan jenis pedang yang paling banyak digunakan di negeri-negeri Islam pada abad pertengahan.

Pedang ini juga banyak dicontohkan dalam ilustrasi-ilustrasi dan dipamerkan di museum-musem, salah satunya di Topkapi Sarayi Muzesi, Istanbul. Al-Hassan dan Hill menjelaskan bilah pedang (nasl) mempunyai satu sisi yang tajam (syafra), melengkung sepanjang satu rentangan (sekitar 22 sentimeter) ke bagian ujungnya (dhu'aba).

Bagian yang melengkung itu disebut midrab (dada), karena bagian ini yang digunakan untuk menyerang lawan. Sedangkan bagian punggung (matn) kadang-kadang sedikit melengkung ke arah midrab (dada). Sedangkan, pangkal pedang yang dalam bahasa Arab disebut maqbid atau nasab mempunyai kepala atau ujung berbentuk bola (saylan) dan sebuah bentukan melintang (kulab), pangkal pedang terbuat dari baja, gading, kayu hitam (ebony) atau bahan-bahan keras lainnya.

Tombak (rumh)
Selain pedang, senjata utama pasukan tentara Muslim adalah tombak. Menurut al-Hassan, tombak merupakan alat perang yang sangat banyak digunakan di dunia Islam. Salah satunya tombak dengan kepala yang berukir dari Persia sekitar abad ke-8 M. Tombak iitu, kini berada di Museum Victoria dan Albert, London.

''Tombak merupakan alternatif pengganti pedang karena harganya relatif lebih murah dibanding pedang,'' tutur al-Hassan. Tombak bisa dibuat dengan memasang kepala tombak yang terbuat dari besi pada sebuah tongkat dari batang pohon.

Namun, ada tombak yang harganya mahal, yakni tombak panjang dari kayu yang bermutu tinggi, dengan kepala tombak yang terbuat dari baja Damaskus. ''Batang-batang tombaknya terbuat dari bambu. Tombak ini diberi nama qanat. Namun, karena harganya yang mahal, masyarakat kelas bawah tak mampu membelinya,'' ungkap al-Hassan.

Al-Hassan menjelaskan, panjang sebuah tombak bervariasi. Paling pendek tak lebih dari dua meter dan yang paling panjang sekitar tujuh meter atau lebih. Tombak memiliki beberapa bagian utama yang terdiri dari batang (matn), kepala (sinan) dengan rongga (tsa'laba) untuk memasukkan tongkat, dan penutup dari logam (zujj) di ujung bawah batang.

"Instruksi tertulis pemakaian tombak disusun oleh beberapa ahli furusiyya pada zaman Mamluk, dengan judul kolektif bunud (tunggal: band)," kata al-Hassan dan Hill. Menurut dia, Najm Al-Din meringkas aturan-aturan penyerangan dalam 72 bunud. Ia menjelaskannya secara terperinci bagaimana cara memegang dan memiringkan tombak ketika menyerang lawan.

Pasukan tentara Muslim juga biasa menggunakan sejumlah alat perang lainnya, seperti Javelin, yakni sejenis tombak ringan yang dilempar. Tombak ini merupakan tombak yang biasa dipakai dalam olahraga lempar lembing, namun terkadang juga digunakan sebagai misil.

Selanjutnya ada pisau (khanjar), yang biasanya disimpan pasukan tentara Muslim di pinggang atau di balik pakaian.Selain itu, adapula dua macam perisai, yakni daraqa yang terbuat dari kulit binatang dan kayu atau logam turs. Dan terakhir tongkat kebesaran yang terbuat dari besi atau baja dengan ujung berbentuk kubus, diletakkan di bawah sanggurdi.

Kehebatan Panah Tentara Islam

Para pembesar Muslim, banyak menggunakan panah, dan mereka sangat handal menggunakannya. Berkat keandalannya dalam membidik dan memanah, mereka pun menjadi tersohor. Dalam dunia Islam, papar al-Hassan, mereka yang menggunakan panah dalam perang mendapatkan penghormatan tinggi.

Tak hanya itu, para perajin panah, busur dan perlengkapan penunjangnya juga sangat dihormati. "Inilah yang membedakan seni memanah Islam dengan Barat," kata al-Hassan dan Hill.

Menurut al-Hassan, Pasukan Muslim menggunakan dua jenis panah, yakni panah kayu dan panah komposit. Panah komposit merupakan tipe standar dalam ketentaraan Muslim sejak awal penaklukan hingga masa Renesans dan seterusnmya. Panah jenis ini mempunyai sejarah yang panjang dan telah dikenal sejak zaman Mesir Kuno.

Al-Hassan memperkirakan, senjata ini menyusup ke gudang senjata Islam pada saat penaklukan Sassaniyyah Iran. Bentuk panah selalu berubah seiring dengan waktu dan perubahan daerah pembuatan, namun panah komposit Mamluk Syria pada abad ke-14 M merupakan jenis panah paling umum yang digunakan sebagai senjata ampuh pasukan kerajaan Ayyubiyah dan Mamluk.

Sebelum ditemukannya senjata api, panah merupakan alat perang yang sangat berguna dan dijamin sangat mematikan. Untuk itu, dibutuhkan keterampilan dalam pembuatannya. Dalam panah terdapat busur yang terdiri dari bagian inti yang terbuat dari kayu, diperkuat dengan tanduk pada sisi yang menghadap ke pemanah dan lapisan luarnya terbuat dari tali urat.

Busur memiliki sifat refleks, yakni arah lengkungannya sebelum direnggangkan berlawan dengan arahnya setelah peregangan. Ketika diikat, busur itu secara langsung mendapat tekanan dari tali urat dan tanduk sehingga menambah tenaga cukup besar pada senjata itu. Sedangkan senar busur biasanya terbuat dari sutra.

Menurut al-Hassan dan Hill, pada era keemasan Islam anak panah terbuat dari buluh atau kayu. Namun, bahan buluhlah yang paling banyak disukai. Bagian kepalanya dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran tergantung tujuan penggunaan. Sedangkan bagian ekor, biasanya dibuat cukup kecil untuk mengurangi gesekan dengan udara, yang terbuat dari bulu burung pemangsa seperti elang.

Peralatan penunjang lainnya adalah kantong anak panah (ja'aba atau kirana) dan cincin-ibuj ari yang digunakan untuk menarik panah. Senjata ini memiliki daya jangkau lebih dari 500 meter dan dapat menembus baju besi dari jarak 150 meter, jika anak panah dipasangi kepala berbentuk penampang segitiga.

Penggunaan senapan panah (crossbow) atau dalam bahasa arab disebut qaws al-rijl atau zanburak dalam bahasa Persia dan Turki, belum tersebar luas dalam dunia Islam hingga abad ke-6 H atau ke-12 M. Senaata ini lebih cocok untuk digunakan pada medan pertempuran.

Pada akhir abad pertengahan, orang-orang Muslim Spanyol lebih menyukai senjata ini. Salah satu tipenya mempunyai sanggurdi di ujung batangnya, kaki diletakkan pada sanggurdi dan senarnya ditarik dengan sebuah pengait. sumber: www.republika.co.id